Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Maret 2014

Anak Magang


 
Assalamu'alaikum wr wb.

Pagi yang cerah dengan udara nan sejuk menyambut keceriaan hari ini, kamiiis besok jumat dan sabtunya libur.. Wow.. :) Selamat bekerja kawan..

Pernah lihat iklan SMK di TV?? Pernah dong ya, 2-3 tahun lalu iklan itu gencar banget ditayangin di TV. Nah, disini kena dampaknya karena hampir tiap 3 bulan sekali pasti ada anak-anak SMK yang melamar jadi anak magang. Waktunya bervariasi, mulai 1 bulan yang terpendek dan 3 bulan yang terlama. SMK nya pun macem-macem, ternyata sukabumi banyak SMK, klo ditempatmu??

Rata-rata jurusan mereka administrasi perkantoran, dan biasanya kebanyakan anak perempuan. Jadi inget masa-masa magang dulu menunggu sk. Magang =belajar kerja, namapun belajar ya jadi kagak dibayar, kecuali kantornya pengertian ya(berarti disini ga donk?? Hehe tafsirkan sendiri lah yow..).. Dari sekian anak yang udah silih berganti, ada beberapa anak yang patut diacungi jempol. Usia mereka yang muda, masih polos tapiii beneran deh etos kerjanya ngalahin beberapa pegawai dengan mindset lama. Memang biasanya anak magang diperbantukan bukan di pekerjaan pokok kantor. Tapi keberadaan anak-anak yang oke ini beneran sangat ngebantu pekerjaan pendukung misalnya fotocopy, nyusun berkas bahkan bikin surat pengantar  terkadang. Asal sekolah sangat berpengaruh terhadap output anak-anak magang ini. Nah, ada dua SMK yang cukup oke anak-anak magangnya SMK Pasim dan SMK Muhammadiyah. Yang disebut terakhir sudah beberapa kali mengirimkan anak didiknya ke kantor ini, dan hasilnya cukup memuaskan. Anak-anaknya sopan, mau belajar dan cekatan.

Nah, anak-anak yang rajin, etos kerja dan sikapnya bagus memang ga terlalu banyak, tapi sering jadi pengingat masa iya kalah etos kerjanya ma mereka. Dulu kan pernah yak, ngerasain magabut saking terlenanya kerjaan dikit di sekre, males belajar dan nyaman dengan keadaan. Beda ma anak-anak magang yang oke ini, ga hanya berangkatnya disiplin pagi aja, tapi juga seneng klo belajar sesuatu yang baru di kerjaan. Dan lagi peka ya ama kebutuhan, misalnya gini kita sibuk, mereka akan nawarin diri untuk bisa bantu. 

Jaman sya magang dulu sih, kerasa kurang pembelajarnya, trus juga keliatan sok tahunya. Huk huk.. Jangan diulang lagi yaa.. Wkwkwk curcol pagi..

Ciri-ciri anak magang yang oke :
Sikapnya sopan
Kemauan belajarnya tinggi
Punya kepekaan dalam kerja tim
Punya kepribadian yang baik.
Disiplin
Ada beberapa yang kreatif sebagai nilai plus :)

Tulisan ringan sebagai pengingat, agar acara bermain di kantor jadi lebih menyenangkan dan bermanfaat. :)

Senin, 10 Maret 2014

Ada Apa dengan SPAN? Part 2 Saat krisis terjadi, pemilik integritas dan loyal sejati akan terbukti..



Assalamu'alaikum wr wb.
Pa kabar teman?? Semoga senin ini kita taklukkan dengan powerfull dan mengukir prestasi :)

Huuaaa rumah ini semakin lama kurang membahas hal teknis ya.. Hehe lagi bergeser nih, pengennya ngomongin manajemen, SDM dll, dll. Judulnya itu lho, terinspirasi dengan kejadian saat rekon. Zona nyaman membuat terbuai, terkadang iya. Saat situasi berubah menjadi penuh tantangan disitulah intergritas dan loyalitas akan teruji. "Saya ga tenang klo pekerjaan belum selesai. Ada tanggung jawab yang dipikul"  kata Mr. S, salut deh. Gini nih mindset civil servant yang sya impikan. Memang baru di satu sisi saja, semoga kedepannya mindset kayak gini yang mendominasi.

Gemes ga sih, klo kita masuk ke gedung instansi pemerintah trus kita bandingin tuh sama perusahaan swasta. Mulai dari pelayanan, beda banget kan. Di swasta kita disodori dengan pelayanan yang "merajakan pelanggan", nah di institusi pemerintah yang mulai berbenah masih sering kita temui layanan yang seadanya. Dilatarbelakangi, "gratis ini, nuntut yang bagus" ngenes yak?  Ya itulah, pemikiran yang terkadang melandasi bagaimana layanan yang diberikan oleh civil servant. Semoga bukan kita yak :)

Sudah-sudah selesai dulu curcolnya, back to topik. Bahas SPAN yuk, satu bulan lebih seminggu SPAN berjalan di 128. Diantara sekian banyak hikmahnya adalah semakin terlihat integritas dan loyalitas dengan kualitas mengagumkan dari personil utama user  SPAN. Tantangan dalam menyelesaikan masalah, kemauan belajar dan sikap saling tolong menolong semakin kental. Bukan lagi bekerja semata-mata untuk mendapatkan pendapatan, namun energi melayani dan memberikan yang terbaik. Mereka patut menjadi "agent of change", yang siap mendobrak zona nyaman yang melingkupi sistem kerja selama ini. Mereka ini ga banyak, tapi jelas terlihat bedanya. Etos kerjanya jauh melebihi rata-rata punggawa kppn. Mereka termasuk "Gen Y" bukan dari sisi usia namun energi dan jiwanya.

Ga lebay tapi memang begitulah adanya. Mereka ga berhenti saat pekerjaan yang dihadapi selesai, tapi juga siap membantu teman-teman di kppn lain saat menghadapi problem yang sama. Rugi banget kalau ga ikut tergerak dengan suasana dan energi positif  yang terpancar. Dengan adanya SPAN hampir tiap hari ada pelajaran baru dan tantangan baru yang musti ditaklukkan dengan gemilang. (macem puisi saja, diksinya itu naratif banget -abaikan- :D ).

Pembahasan di Marketing Plusnya Hermawan Kartajaya, lupa buku ke berapa yang jelas bahas tentang krisis, saat itu studi kasusnya krismon tahun 1998. Dimana yang terjadi perusahaan-perusahaan, entrepreneur yang mampu bertahan adalah mereka yang jeli menangkap peluang di situasi yang tidak aman. Yup, SPAN membuat kami keluar dari zona nyaman, bermigrasi ke zona yang tujuannya lebih nyaman lagi tapi proses menuju kesana pastilah mendaki. Tentunya butuh perjuangan untuk tetap optimal dalam memberikan layanan. So, ibarat naik kelas ya musti lulus ujian dulu lah ya. Melihat dari sudut pandang yang baru dan menilai dengan obyektif, eksekusi dengan bijaksana. Selamat datang di lingkungan kerja yang baru, penuh tantangan dan energi perubahan.

Bigung bacanya? Hehe selamat menikmati senin ceria:)

Oh ya bagi yang setia mengunjungi blog ini, pernah baca tulisan "akselerasi"? Cukup ngehits loh kunjungannya hehe.. Alhamdulillah ada perubahan kebijakan dengan UPKP, dalam arti akan ada payung hukum yang membuat proses akselerasi akan dibuka kembali. Siip, hayooo bagi para tulang punggung keluarga, saatnya berjuang dan memperoleh akses kemajuan karier  melalui akselerasi.. Sya bantu do'a ya.

Selasa, 25 Februari 2014

Ada apa dengan SPAN??? #part1

Assalamu'alaikum wr wb.

Semoga keceriaan pagi ini menular ke teman-teman semua. :)

Hal baru itu memang bikin penasaran ya, begitu juga saat SPAN mau berlaku di kppn 128 ini. Hemm awalnya cukup pesimis, tapi saat sudah berjalan ya keragu-raguan harus ditendang jauh-jauh. Be positif aja ya. Aiih langsung curcol. Back to SPAN, kenalan dulu yuk. Apa itu SPAN bisa dibaca disini ya. Ringkasnya dengan adanya SPAN, maka database se-Ditjen Perbendaharaan alias data seluruh kppn se-Indonesia Raya jadi satu. Databasenya terpusat gitu seperti sistem yang ada di bank.

Akhir bulan januari-awal Februari gedung kppn jadi saksi nyata persiapan maupun peluncuran perdana. Hari pertama dari sekian spm, baru bisa jadi SPPT belum sampai jadi SP2D. Hari kedua dan berikutnya sudah lebih lancar. Tapi tentunya dengan segala pernak-perniknya. Beberapa kali dalam sehari pasti disampaikan update informasi terkait SPAN by email ke satker. Proses pembelajaran tidak hanya terjadi di satker saja tapi juga di kppn. Jadi yang 'deg-degan' saat mau memasukkan SPM ke SPAN ga cuma satker, tapi petugas kppn juga. Dalam hati terlintas "apalagi nih alasan ditolaknya" hahaaha, beneran deh klo biasanya jam kedua (setelah istirahat) baru wajah-wajah terkuras energi petugas baru muncul tapi pada masa awal SPAN muncul lebih cepat.. 

3 (tiga) hari pertama kesalahan yang sering muncul adalah penulisan nomor rekening yang masih disertai tanda baca. Alhamdulillahnya saat sosialisasi sudah disiapkan 'wayahna' saat SPAN berjalan pada masa piloting ya kemungkinan banyak yang harus dimaklumi sebagai sistem baru. Komunikasi dengan satker musti berjalan baik, karena jika tidak yang muncul emosi bukan solusi :(..


Team work menjadi salah satu kunci yang musti ada jika ingin SPAN berjalan baik. Rasa memiliki terhadap perubahan sistem harus menyebar keseluruh anggota team. So, ga cuma butuh kerja keras untuk mensukseskan SPAN namun kerja cerdas, IKHLAS, dan keras lah yang akan mensukseskannya. Setiap kontribusi yang diberikan dengan rasa tanggung jawab akan memudahkan proses teraihnya tujuan perbaikan layanan dengan adanya SPAN. 

Tantangan mendasar bukanlah dari eksternal (satker) justru tantangan terbesar muncul dari internal dimana kesiapan dan kemauan untuk mengejar ketertinggalan harus segera teratasai. Jika menginginkan perubahan signifikan dalam jangka panjang tak mungkin mampu dilakukan hanya oleh individu tertentu namun musti terbangun team work  yang didukung dengan sistem kendali internal yang baik. Jika fasilitas hardware dalam hal ini sarana prasarana komputer, jaringan, dll sudah baik maka jaminan keberhasilan sebuah sistem baru seperti SPAN tidaklah lebih besar jika SDM nya belum siap. So, tuntutan kedepan sangat menantang, siapkah kita dengan perubahan?? 

Sekian curcol di pagi hari :) 
Minum minuman hangat dan menikmati segarnya udara pagi. 
Berubah tidak menunggu nanti, tapi mulailah dari diri dan saat ini :). 




Jumat, 27 Desember 2013

Desember Ceria


Kemeriahan akhir tahun akan kurang tanpa menuliskan temuan-temuan di meja CS. Jumlah konsultasi meningkat di hari-hari menjelang batas akhir pengajuan SPM.

Jadi ingat ada salah satu bendahara yang bertanya di akhir  bulan Oktober, "Gimana ya caranya biar pencairan dana tidak menumpuk di akhir desember?" Jawaban sya saat itu juga klasik, 'Ibu, masih punya dua bulan dari sekarang, belum terlambat untuk membuat pengawasan dari tiap mata anggaran(akun) yang ada di POK dengan lebih rinci dan tegas untuk jatuh temponya. Terutama untuk pengeluaran yang pembayarannya melalui Uang Persediaan (UP) yang merupakan  tanggung jawab Ibu sebagai bendahara. Kontrol tiap minggunya dan lakukan evaluasi mengapa terlambat jika tidak sesuai dengan rencana". Saran klasik ini benar-benar dilakukan oleh bendahara satker tersebut dan wow di pertengahan bulan Desember semua pencairan termasuk GU-Nihil sudah dilakukan.  :) Ikut senang dengan keberhasilan tadi, dimana tahun ini adalah tahun pertama menjadi bendahara. Tentunya kisah manis ini tidak diperoleh dengan mudah, namun dengan cucuran keringat dan begadang berhari-hari karena tugas bendahara adalah salah satu diantara tugas lain yang diamanahkan kepadanya.

Kisah lain dialami pada minggu kedua dimana kepeningan muncul gara-gara perekaman data termin kontrak yang bikin senewen. Ada satker yang meminta solusi, saat akan memperbaiki data kontrak, malah terjadi realisasi yang dobel. Saat akan diubah malah tidak mau tersimpan. Mengatasi data dobel saat itu akhirnya memakai cara menghapus dulu data spm yang sudah diajukan,  dengan kondisi data kontrak kosong maka dilakukanlah perekaman ulang terhadap spm yang sudah dihapus tadi. Nah, ternyata tidak Cuma itu permasalahannya. Ada data kontrak yang terhapus dan saat akan direkam ulang selalu terkendala di termin kontrak tidak mau disimpan. Bingung nanya ke teman-teman saat itu belum ada yang mengalami hal yang sama. Sampai ada satker lain yang bertanya "Setelah diupdate ke 13.0.7 jadi bermasalah saat akan mengubah data kontrak dan terjadi realisasi dobel". Doeenk.. Ini dia permasalahannya. Setelah didowngrade ke 13.0.6 tuntas tuh masalah. Alhamdulillah. Catatan ya, program buatan manusia juga :).

Masih ada kaitannya ma program/aplikasi. Pernah baca tulisan di blog salah satu programer di pusat, "Jangan Mau jadi Programmer"(kurang lebih judulnya begitu). Memang terasa sekali  ya tekanan menjadi programmer. Seringnya terjadi update bukan maunya para programer, namun menjadi konsekuensi yang harus dilakukan seiring dengan cepatnya perubahan aturan. Aturan di negara ini kan cepat sekali berubah, perubahan kecil saja akan berpengaruh terhadap penambahan fungsi aplikasi, contoh di akhir tahun dibolehkannya pembayaran uang makan dan lembur dengan mekanisme UP. Mendesaknya waktu dan bisa jadi kurangnya waktu pengujian terhadap update aplikasi menyebabkan ada salah satu fungsi yang belum tercek dengan baik, menambah daftar tantangan yang musti dihadapi para programer. Tuntutan dan beban para programer di akhir tahun juga bertambah karena seringkali ada perlakuan-perlakuan khusus baca *dispensasi* yang membutuhkan adaptasi dari aplikasi. Semoga para programmer tersebut kedepannya mendapatkan apresiasi dan penghargaan yang sebanding tentunya disertai juga dengan sarana & prasarana yang mendukung agar tugasnya bisa berjalan dengan baik. Hehehe kabayang di munggu ketiga kemarin, betapa pusingnya jadi programmer. Dering telfon yang tidak berhenti baik ke handphone ataupun nomor kantor, email-email berupa permasalahan dari seluruh kppn se-indonesia raya datang bertubi-tubi. Maafkan kami jika belum sabar menanti solusi. :)

Akhir tahun masih sempat bersosmed ria? Hehe masihlah ya :). Membuka fb menjadi salah satu hiburan dengan mengikuti grup bendahara, iya karena diingatkan yang pening tidak Cuma satker diwilayah kita saja. Mengetahui permasalahan lain yang dihadapi satker di wilayah lain suka bikin mata melek, dan jadi terinspirasi.  Seru loh, yang belum gabung join sekarang :). Dapat ilmu dan kawan baru, manfaatkan koneksi internet di kantor masing-masing. Hehe.. Oh ya bisa sharing juga loh, ketemu rekan sejawat yang paham benar gimana susahnya ngurus dapur kantor kan asyik ya. Punya kadar empati yang bisa saling memahami. :)

Hayoo yang belum setor sisa UP jika ada, segera ya. Jangan tunggu tanggal 31 desember. Akhir-akhir mah biasanya suka ada eror jaringan. Masih inget kan MAP/akunnya?? Masih dong ya, untuk RM 815111 bisa disetor di bank persepsi di wilayah kppn masing-masing, pos juga bisa loh.

Met liburan :).

Kamis, 19 September 2013

Kuis..Kuis..

Assalamu'alaikum wr wb.

Alhamdulillah menjelang siang, suasana cerah dan sepi nih kantor.. Semoga kawan-kawan semua diberikan kemudahan dan kelancaran rezeki, dan seluruh aktivitas.. :)

Waktu cepat banget berlalu, besok udah mau week end lagi. Minggu ketiga September terasa sepi kantor, ada beberapa satker yang datang. Belum ada permasalahan baru, masih spesies-spesies lama namun yang bertanya adalah wajah baru alias satker baru. Tantangan dua minggu ini berkutat pada sistem eror di salah satu aplikasi pendukung layanan kppn. Klo bahasanya SPV kami "menguji kesabaran deh".. 

Jadi ilmu barunya "SABAR" dan tetap tenang dalam menghadapi satker yang nunggu dihadapkan pada ketidakpastian sistem aplikasi (basis web). :) 

Nah kali ini bahas tentang kuis yuk. Lebih tepatnya kuisioner, karena intensitas pembagian ke satker meningkat ga cuma tiap triwulan namun ada tambahan di bulan ini. Bahasannya masih sama sih ya tentang kepuasan layanan. Baik internal/pegawai maupun eksternal/satker. Yup, tentunya diharapkan bisa jadi tolak ukur untuk menilai apakah layanan yang diberikan sudah memenuhi standar atau bahkan melampaui target. Hasilnya?? Masih direkap jadi belum ketahuan. Hemm satu point yang sya lihat, terkadang pengisian survey/kuisioner macam ini oleh responden belum tentu benar-benar mengisi sesuai realita yang mereka rasakan, jumlahnya lumayanlah. Masih ada yang namanya budaya "ewuh-pakewuh" he..he.. googling aja ya artinya. Hal ini bisa jadi karena kultur ke-pns an yang masih belum begitu terbuka dalam mengemukakan pendapatnya. Padahal ya itu, klo beneran diisi sesuai apa yang dirasakan dan dialami kan bisa jadi bahan perbaikan. Aisshh bisa panjang ya bahas ini. 

Back to kuis, kali ini ga murni dari kanpus aja tapi ada pihak ketiga yang terlibat dalam pelaksanaan se-Indonesia Raya. Dalam penyusunan bahan kuis dan analisa hasilnya mungkin. Ada poin yang berbeda, misalnya tentang keteladanan pimpinan, ini ditanyakan beberapa kali loh. Yup, keteladanan adalah poin penting dalam penegakan aturan. Klo keteladanan sudah minus ya siap-siap aja bagi organisasi untuk menuju kemundurannya. Belum sampe hancur sih tapi ya akan jalan mundur.. Hal yang sama akan berlaku bagi jalannya reformasi birokrasi. Jadi inget diskusi ma kk beberapa hari yang lalu, tentang kepeningan beliau saat mendapati semangat yang menurun dari teman selevel karena kurangnya keteladanan. Klo sudah begini yang terjadi ya bekerja hanya sebatas rutinitas. Asal jalan, asal ada, asal ga ada permasalahan besar dan lain-lain. Aah sayang sekali jika akhirnya terjebak pada kejumudan. Inovasi-inovasi yang bisa dikembangkan untuk mendukung kinerja ga jadi muncul.. Haiks jadi bahas ini ya. Tapi sungguh sya memimpikan bergulirnya reformasi ke tahap selanjutnya, memang pasti akan ada pengorbanan sebagai tuntutan perubahan. Perubahan ke arah yang lebih baik, perubahan mindset dan kinerja. 

Sya ingat percakapan beberapa tahun silam saat masih bener-bener buta dengan alur kerja kppn(masih di pulau sebrang), dengan salah seorang kasie. Saat itu demam kppn percontohan baru melalui tahap pertama dimana baru ada di provinsi, namun sebagai kppn daerah kk saat itu sudah berani untuk menegakkan sop baru di tempat kami. Wajar jika ada sedikit gesekan dari internal. Bahasan kami saat itu adalah tentang penerimaan internal dan satker saat masa transisi menuju pengelolaan yang transparan dan bertanggung jawab. Kami sepakat bahwa saat reformasi dipahami sebagai sebuah pemikiran yang pantas diperjuangkan dimana tentunya hal pertama yang musti dirubah adalah  mindset.. Karena dari pemikiran yang kita yakini lah akan berbuah tindakan kita. Saat kita yakin dan paham bahwa rezeki yang halal akan membawa kebarakahan dalam hidup kita maka tindakan kita adalah cerminan dari pemahaman tersebut.. Koq nyambung ke rezeki sih, iya karena reformasi jilid pertama adalah terkait keyakinan rezeki. Ini menurut pendapat sya ya.. 
 

Nulis ini sebagai bahan pengingat untuk diri sendiri, banyak hal yang musti diperbaiki selalulah mere-charge semangat dan membersihkan mindset dari hal-hal yang membelokkan.. :) 


Jumat, 13 September 2013

Akselerasi..

Assalamu'alaikum wr wb..

Satu minggu lebih baca tulisan om elbantani disini berusaha mencerna dan memahami apa yang sedang terjadi. Wlopun tidak menjadi korban dari kebijakan baru ini namun ada hal yang mengganjal untuk disuarakan. Terbitnya PMK 148/2012, memberi beberapa dampak signifikan pada para punggawa utamanya yang berstatus pelaksana dengan bermodal ijazah SMA, D1 ataupun D3. Yup, bagi punggawa yang berminat ataupun mau ga mau (karena belum dapat beasiswa atau bantuan lainnya) ingin meningkatkan kompetensi diri dengan biaya sendiri musti menunggu dengan jeda waktu cukup lama. Contoh nih, bagi pemegang ijazah D1 musti punya golongan ruang minimal IIb untuk melanjutkan ke DIII, atau minimal IIc untuk melanjutkan ke S1. Itu berarti ada jeda waktu 4 tahun bagi D1 yang mau lanjut DIII dan 8 tahun bagi yang mau melanjutkan ke S1. FYI kenaikan pangkat pns tiap 4 tahun sekali klo naik, klo ga ya lebih lama lagi. Kenaikan pangkat bukan keharusan, tapi penghargaan atas prestasi kinerja.

Sudah jadi rahasia umum jika kuliah jaman sekarang itu lumayaaaan banget merogoh kantong yang dalam. Apalagi jika kuliahnya kelas karyawan alias ekstensi maka lebih daleeeem lagi. Sebagai contoh klo mau ambil ekstensi fakultas ekonomi di salah satu  PTN di Bogor musti sedia 15 juta lebih untuk uang gedung plus biaya semester awal, belum termasuk ongkos, dan biaya buku-buku penunjang loh ya(info valid, dari mahasiswa ekstensi yang masuk tahun ajaran ini). Di tempat lain, atau di pulau lain dimana punggawa kppn itu ada di daerah-daerah yang cukup dan  terpencil (Putussibau, Tual, Wamena, dll) biaya yang dikeluarkan bisa lebih mahal. Beneran musti berjibaku ngatur keuangan plus ongkos mudik. Ini baru dari sisi biaya yang harus disiapkan(baca: dikorbankan), belum lagi pengorbanan dari sisi waktu dan tenaga. Kerja sampe jam 5 itu lumayan menyita energi sedangkan kuliah ga cuma setor muka aja kan??. Harus fokus biar bisa menyerap ilmu-ilmu baru padahal pake energi sisa :'(.. 

Punggawa kppn yang mau meningkatkan kompetensi dengan pengorbanan yang sya sebut tadi perlu mendapat apresiasi loh. Klo para punggawa bertambah cerdas, kompeten maka dampak signifikan bagi kemajuan dan percepatan kualitas kinerja pastilah dinikmati oleh kantor khususnya dan kementrian pada umumnya. KK sya udah membuktikan klo punggawa cerdas dengan kemauan belajar tinggi itu enak diajak kerjasama. He..he klo sya belum termasuk kayaknya. Maka sayang banget klo kemudian niat mulia para punggawa yang enerjik dan seringkali jadi tulang punggung kantor ini disumbat alias ditahan-tahan dengan jeda waktu yang lama.. Semakin bertambah usia daya konsentrasi semakin menurun, penyerapan terhadap ilmu pastinya berpengaruh. Hasil diskusi dengan KK dan teman sekantor beberapa hari yang lalu, terungkap keprihatinan yang sama akan kebijakan ini.

Masih ada lanjutannya nih unek-unek sya. Dampak dari kompetensi punggawa yang meningkat, harapannya ada kesempatan untuk meningkatkan kontribusi yaitu dengan penambahan tanggung jawab. Bahasa gamblangnya kesempatan untuk naik pangkat ya. Klo pangkat naik kan tanggung jawab bertambah, kontribusi ke kementrian pun bertambah. Tapiiii.. Sayangnya nih, para punggawa enerjik dengan ijazah S1 ditangan ga bisa mengikuti akselerasi naik pangkat ini terhitung 19 September 2012. Yup, karena PMK diatas tadi meniadakan KMK tentang akselerasi atau bahasa kerennya UPKP V dulu mah dikenal dengan PI alias Penyesuaian Ijazah. 

Pak/Bu/Saudara/i, para punggawa kppn yang  punya kemauan meningkatkan kompetensi diri itu banyak. Sudah teruji pengabdiannya untuk ditugaskan di daerah cukup dan/atau  terpencil dalam tempo 4-6 tahun, resiko jauh dari keluarga, tak jarang dobel bahkan tripel job.. Harapannya fasilitas akselerasi bisa dikaji ulang agar tetap ada.. 

Tetap semangat kawan-kawan!! Semoga ada perubahan kebijakan, win-win solution menuju reformasi birokrasi tahap selanjutnya. 

Sumbang suara dari punggawa yang terinspirasi kawan-kawan para pencari nafkah yang tulus bekerja dan memberikan prestasi yang terbaik. 

NB : mudah-mudahan ada yang melanjutkan perjuangan disahkannya cuti hamil dan menyusui 6 bulan plus perbedaan jam kerja untuk wanita tentu dengan kompensasi pendapatan yang berbeda  dengan yang jam kerja full, BAGI YANG MAU.. Sya daftar :)..










 

Kamis, 12 September 2013

100 hari kurang

Assalamu'alaikum wr wb..

Pa kabar kawan? Semoga kesehatan, kebahagiaan dan rasa syukur senantiasa menjadi bagian dari hidup kita :). Minggu kedua September hujan belum sering berkunjung di sukabumi. Cuaca kadang berubah secara ekstrim, musti ekstra jaga kondisi ya kawan. Virus dan bakteri mudah menyerang saat kondisi tubuh lemah, ga cuma di laptop atau kompie tempat qt sehari-hari mengolah data. Mencegah lebih baik daripada mengobati, jaga diri dengan pola makan yang teratur dan istirahat cukup. Paling penting sih jaga pola pikir jangan sampe stress berlebihan ya.. Ok, back to tema kepanjangan ini prolognya.. :)

Hari-hari disini belum terlalu ramai, masih agak sepi setelah diserbu satker untuk rekon dan mengajukan gaji. Tapi sudah mulai ada perbedaan untuk penerimaan SPM LS kontrak mulai bertambah jumlah utamanya spm jaminan uang muka. Lupa-lupa ingat udah pernah nulis atau belum. Yang jelas dasar hukum nya PER-19/pb/2013 ya.. Donlot dari sini ya. Perhatikan benar ya, jaminan uang muka jangan sampe lebih kecil dibandingkan nominal yang akan diminta di SPM okeh. Lebih baik cek, cek dan cek lagi dibandingkan harus bolak balik karena salah hitung kan ya. 

Kejadian retur masih cukup lumayan hilir mudik, terutama untuk LS ke pihak ketiga. Akan lebih baik jika pengelola keuangan dan lebih utamanya PPK plus PPSPM untuk mencocokkan nama dan nomor rekening pihak ketiga dengan rekening koran CV/PT yang bersangkutan. Rugi energi kan ya klo sampe retur, mending disave untuk mengelola anggaran dengan lebih bijak.

Beberapa hari yang lalu ada perombakan pejabat daerah alias mutasi. Beberapa satker kena dampak pergantian KPA juga. Butuh waktu untuk adaptasi lagi ya dalam mensolidkan tim keuangan. Plus pr untuk merevisi DIPA, terkait pergantian pejabat perbendaharaan. mungkin kedepannya perlu dipertimbangkan pergantian/mutasi pejabat dengan target satker yang ingin dicapai. Bulan lalu mulai terasa penambahan volume revisi DIPA baik yang pengesahannya dari Kanwil maupun DJA. Ada beberapa satker yang baru mendapatkan penambahan anggaran secara signifikan, akibatnya satker sedikit kelimpungan untuk membelanjakannya dengan berbagai kendala internal.

Berita lain, bulan ini layanan KPPN Mobile ditiadakan 2x, karena lokasinya digunakan untuk pemberangkatan para calhaj. Pokoknya campur-campur nih.. Oh ya di kantor sedang ada pembagian kuisioner ke satker, harapannya bisa menjadi tolak ukur menilai kepuasan para pemangku kepentingan alias stakeholder yang kami layani. Beberapa poin sarana prasarana jelas belum tersedia, musti segera berbenah nih kantor. Doakan ya kami bisa lebih baik :). 

Minggu depan akan ada sosialisasi terutama untuk satker dengan penyerapan masih di bawah 25%. Serius nih, udah pertengahan bulan ke-9 masih belum tercapai.. Beberapa sih sudah terdeteksi, kendalanya di proses lelang yang cukup berlarut-larut, ada yang sampe dua kali lelang belum dapat pemenang loh saking standar kualifikasi  produk yang tidak terpenuhi. Ada juga yang memang tujuan penyaluran dana untuk bansos memang baru turun di akhir bulan agustus. Klo diteliti kendalanya memang di luar kewenangan kami ya, jadi ya satker musti lebih aktif untuk menyelesaikan problemnya. Ups, jadi semakin jelas juga klo kebutuhan terkait proses pengadaan barang dan jasa perlu ditambah agar terjalin koordinasi yang baik antara pihak perencanaan dan pengadaan. 

Sekian gado-gado di malam hari, draft ditulis siang menjelang sore dirampungkan sekarang..