Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2015

Belajar dan terus belajar

Assalamu'alaikum wr wb. 

Alhamdulillah akhirnya buka lagi ini rumah, ditinggalin setahun udah sawangan kali ya :D. Pelan-pelan bersih-bersih deh, sekarang mau berbagi kabar dulu. Kayak ada yang nanya.. hehehe.. Woro-woro nih sekarang sudah tidak tugas di frontliner, delapan bulan jalan berganti di middle. Dulu tahun pertama gawe pernah mencicipi di midlle dan seksi yang sama, banyak yang berubah tapi bisa mengikuti lah :). 

Beda bagian, beda problem dan beda situasi. Seru deh ya, jadi banyak intropeksi diri. Saat bertugas di frontliner sering banget tuh kehabisan cadangan sabar hahaha. Ngaku deh, emang sya berasa darting kalau bertemu dengan satuan kerja yang lemot tapi ngenyel. Harusnya gak boleh ya, tapi ya itu dia segala pembenaran lebih banyak muncul. Jadi ketawa sendiri kalau ingat masa-masa itu. Mbok ya slow aja, tetep kasih solusi tepat dan cepat tapi jaga keademan hati. Yaaa sadarnya telat. Eh lebih baik sadar daripada nggak ya.. 

Nah, situasi berubah. Pembelajaran lain pun datang. Enam bulan pertama diawali dengan studi membangun kerja tim. Salah satu PR di tempat gawe yang sekarang. Beragam karakter, beragam kemauan tapi satu tujuan seharusnya. Berlatih mengalah untuk menang, dalam arti lebih bijak menyikapi perbedaan pendapat. Muda namun tetap menghormati yang senior. Iya, karena kesantunan dalam bersikap sangat membantu mencairkan suasana dan mensolidkan tim :). 


Yuhuu.. Tiga pragraf pembuka, penanda bahwa rumah ini masih berpenghuni... 
Selamat bekerja dimanapun, dalam posisi apapun, menjemput keberkahan. 

Kamis, 20 Maret 2014

Regenerasi



Assalamu'alaikum wr wb..

Awan mendung menggelayuti kota ini dalam beberapa hari, menambah sejuk udara dibanding hari-hari biasanya. Bagaimana kotamu? Semoga seperti apapun cuacanya kondisi hati, jiwa dan fikiran kita selalu bersinar secerah mentari ya :)

Yuhuu.. Awal bulan memang memiliki kisah tersendiri, deretan kursi tunggu terisi penuh, mesin antrian bergiliran memanggil  satker  baik untuk mengajukan SPM maupun rekonsiliasi. Berbeda jauh dengan pertengahan bulan, dimana suasana lenggang dengan mudah ditemui. Inilah kota kecil ya, dinamisasinya tak begitu merata.

SPAN, SPAN, dan SDM masih jadi pembahasan terhits di ruang-ruang diskusi disekitar kantor ini. Baik di satker maupun di kppn sendiri. Keluar dari zona nyaman memang membuat kita sadar ternyata tantangan yang ada memang benar-benar menunggu untuk ditaklukkan. Keadaan baru memaksa kita berlari dengan strategi, tak bisa mengandalkan satu-dua orang saja, namun kerja tim lah yang harus ditingkatkan. Perubahan yang diakibatkan penerapan SPAN, mau tidak mau memaksa satker untuk belajar, lebih berhati-hati dan punya tim keuangan yang solid. Semua itu bukan taken for granted tapi dibangun.

Hampir tiga bulan berjalan, alhamdulillah ada sebagian kecil satker yang melakukan regenerasi pengelola keuangan. Yup, penyegaran dan rolling sangat dibutuhkan, apalagi untuk pengelola keuangan.   Lebih dari 3 tahun jadi pengelola keuangan akan menimbulkan kejenuhan. Hehe apalagi kalau tuntutan psikisnya lebih berat jika dibandingkan pekerjan administratifnya ya :). 

 Sampai jumpaa.... Selamat bekerja kakak, jadikan hari ini lebih berwarna dengan kinerja yang terbaik. :)

Senin, 10 Maret 2014

Ada Apa dengan SPAN? Part 2 Saat krisis terjadi, pemilik integritas dan loyal sejati akan terbukti..



Assalamu'alaikum wr wb.
Pa kabar teman?? Semoga senin ini kita taklukkan dengan powerfull dan mengukir prestasi :)

Huuaaa rumah ini semakin lama kurang membahas hal teknis ya.. Hehe lagi bergeser nih, pengennya ngomongin manajemen, SDM dll, dll. Judulnya itu lho, terinspirasi dengan kejadian saat rekon. Zona nyaman membuat terbuai, terkadang iya. Saat situasi berubah menjadi penuh tantangan disitulah intergritas dan loyalitas akan teruji. "Saya ga tenang klo pekerjaan belum selesai. Ada tanggung jawab yang dipikul"  kata Mr. S, salut deh. Gini nih mindset civil servant yang sya impikan. Memang baru di satu sisi saja, semoga kedepannya mindset kayak gini yang mendominasi.

Gemes ga sih, klo kita masuk ke gedung instansi pemerintah trus kita bandingin tuh sama perusahaan swasta. Mulai dari pelayanan, beda banget kan. Di swasta kita disodori dengan pelayanan yang "merajakan pelanggan", nah di institusi pemerintah yang mulai berbenah masih sering kita temui layanan yang seadanya. Dilatarbelakangi, "gratis ini, nuntut yang bagus" ngenes yak?  Ya itulah, pemikiran yang terkadang melandasi bagaimana layanan yang diberikan oleh civil servant. Semoga bukan kita yak :)

Sudah-sudah selesai dulu curcolnya, back to topik. Bahas SPAN yuk, satu bulan lebih seminggu SPAN berjalan di 128. Diantara sekian banyak hikmahnya adalah semakin terlihat integritas dan loyalitas dengan kualitas mengagumkan dari personil utama user  SPAN. Tantangan dalam menyelesaikan masalah, kemauan belajar dan sikap saling tolong menolong semakin kental. Bukan lagi bekerja semata-mata untuk mendapatkan pendapatan, namun energi melayani dan memberikan yang terbaik. Mereka patut menjadi "agent of change", yang siap mendobrak zona nyaman yang melingkupi sistem kerja selama ini. Mereka ini ga banyak, tapi jelas terlihat bedanya. Etos kerjanya jauh melebihi rata-rata punggawa kppn. Mereka termasuk "Gen Y" bukan dari sisi usia namun energi dan jiwanya.

Ga lebay tapi memang begitulah adanya. Mereka ga berhenti saat pekerjaan yang dihadapi selesai, tapi juga siap membantu teman-teman di kppn lain saat menghadapi problem yang sama. Rugi banget kalau ga ikut tergerak dengan suasana dan energi positif  yang terpancar. Dengan adanya SPAN hampir tiap hari ada pelajaran baru dan tantangan baru yang musti ditaklukkan dengan gemilang. (macem puisi saja, diksinya itu naratif banget -abaikan- :D ).

Pembahasan di Marketing Plusnya Hermawan Kartajaya, lupa buku ke berapa yang jelas bahas tentang krisis, saat itu studi kasusnya krismon tahun 1998. Dimana yang terjadi perusahaan-perusahaan, entrepreneur yang mampu bertahan adalah mereka yang jeli menangkap peluang di situasi yang tidak aman. Yup, SPAN membuat kami keluar dari zona nyaman, bermigrasi ke zona yang tujuannya lebih nyaman lagi tapi proses menuju kesana pastilah mendaki. Tentunya butuh perjuangan untuk tetap optimal dalam memberikan layanan. So, ibarat naik kelas ya musti lulus ujian dulu lah ya. Melihat dari sudut pandang yang baru dan menilai dengan obyektif, eksekusi dengan bijaksana. Selamat datang di lingkungan kerja yang baru, penuh tantangan dan energi perubahan.

Bigung bacanya? Hehe selamat menikmati senin ceria:)

Oh ya bagi yang setia mengunjungi blog ini, pernah baca tulisan "akselerasi"? Cukup ngehits loh kunjungannya hehe.. Alhamdulillah ada perubahan kebijakan dengan UPKP, dalam arti akan ada payung hukum yang membuat proses akselerasi akan dibuka kembali. Siip, hayooo bagi para tulang punggung keluarga, saatnya berjuang dan memperoleh akses kemajuan karier  melalui akselerasi.. Sya bantu do'a ya.

Jumat, 27 Desember 2013

Desember Ceria


Kemeriahan akhir tahun akan kurang tanpa menuliskan temuan-temuan di meja CS. Jumlah konsultasi meningkat di hari-hari menjelang batas akhir pengajuan SPM.

Jadi ingat ada salah satu bendahara yang bertanya di akhir  bulan Oktober, "Gimana ya caranya biar pencairan dana tidak menumpuk di akhir desember?" Jawaban sya saat itu juga klasik, 'Ibu, masih punya dua bulan dari sekarang, belum terlambat untuk membuat pengawasan dari tiap mata anggaran(akun) yang ada di POK dengan lebih rinci dan tegas untuk jatuh temponya. Terutama untuk pengeluaran yang pembayarannya melalui Uang Persediaan (UP) yang merupakan  tanggung jawab Ibu sebagai bendahara. Kontrol tiap minggunya dan lakukan evaluasi mengapa terlambat jika tidak sesuai dengan rencana". Saran klasik ini benar-benar dilakukan oleh bendahara satker tersebut dan wow di pertengahan bulan Desember semua pencairan termasuk GU-Nihil sudah dilakukan.  :) Ikut senang dengan keberhasilan tadi, dimana tahun ini adalah tahun pertama menjadi bendahara. Tentunya kisah manis ini tidak diperoleh dengan mudah, namun dengan cucuran keringat dan begadang berhari-hari karena tugas bendahara adalah salah satu diantara tugas lain yang diamanahkan kepadanya.

Kisah lain dialami pada minggu kedua dimana kepeningan muncul gara-gara perekaman data termin kontrak yang bikin senewen. Ada satker yang meminta solusi, saat akan memperbaiki data kontrak, malah terjadi realisasi yang dobel. Saat akan diubah malah tidak mau tersimpan. Mengatasi data dobel saat itu akhirnya memakai cara menghapus dulu data spm yang sudah diajukan,  dengan kondisi data kontrak kosong maka dilakukanlah perekaman ulang terhadap spm yang sudah dihapus tadi. Nah, ternyata tidak Cuma itu permasalahannya. Ada data kontrak yang terhapus dan saat akan direkam ulang selalu terkendala di termin kontrak tidak mau disimpan. Bingung nanya ke teman-teman saat itu belum ada yang mengalami hal yang sama. Sampai ada satker lain yang bertanya "Setelah diupdate ke 13.0.7 jadi bermasalah saat akan mengubah data kontrak dan terjadi realisasi dobel". Doeenk.. Ini dia permasalahannya. Setelah didowngrade ke 13.0.6 tuntas tuh masalah. Alhamdulillah. Catatan ya, program buatan manusia juga :).

Masih ada kaitannya ma program/aplikasi. Pernah baca tulisan di blog salah satu programer di pusat, "Jangan Mau jadi Programmer"(kurang lebih judulnya begitu). Memang terasa sekali  ya tekanan menjadi programmer. Seringnya terjadi update bukan maunya para programer, namun menjadi konsekuensi yang harus dilakukan seiring dengan cepatnya perubahan aturan. Aturan di negara ini kan cepat sekali berubah, perubahan kecil saja akan berpengaruh terhadap penambahan fungsi aplikasi, contoh di akhir tahun dibolehkannya pembayaran uang makan dan lembur dengan mekanisme UP. Mendesaknya waktu dan bisa jadi kurangnya waktu pengujian terhadap update aplikasi menyebabkan ada salah satu fungsi yang belum tercek dengan baik, menambah daftar tantangan yang musti dihadapi para programer. Tuntutan dan beban para programer di akhir tahun juga bertambah karena seringkali ada perlakuan-perlakuan khusus baca *dispensasi* yang membutuhkan adaptasi dari aplikasi. Semoga para programmer tersebut kedepannya mendapatkan apresiasi dan penghargaan yang sebanding tentunya disertai juga dengan sarana & prasarana yang mendukung agar tugasnya bisa berjalan dengan baik. Hehehe kabayang di munggu ketiga kemarin, betapa pusingnya jadi programmer. Dering telfon yang tidak berhenti baik ke handphone ataupun nomor kantor, email-email berupa permasalahan dari seluruh kppn se-indonesia raya datang bertubi-tubi. Maafkan kami jika belum sabar menanti solusi. :)

Akhir tahun masih sempat bersosmed ria? Hehe masihlah ya :). Membuka fb menjadi salah satu hiburan dengan mengikuti grup bendahara, iya karena diingatkan yang pening tidak Cuma satker diwilayah kita saja. Mengetahui permasalahan lain yang dihadapi satker di wilayah lain suka bikin mata melek, dan jadi terinspirasi.  Seru loh, yang belum gabung join sekarang :). Dapat ilmu dan kawan baru, manfaatkan koneksi internet di kantor masing-masing. Hehe.. Oh ya bisa sharing juga loh, ketemu rekan sejawat yang paham benar gimana susahnya ngurus dapur kantor kan asyik ya. Punya kadar empati yang bisa saling memahami. :)

Hayoo yang belum setor sisa UP jika ada, segera ya. Jangan tunggu tanggal 31 desember. Akhir-akhir mah biasanya suka ada eror jaringan. Masih inget kan MAP/akunnya?? Masih dong ya, untuk RM 815111 bisa disetor di bank persepsi di wilayah kppn masing-masing, pos juga bisa loh.

Met liburan :).

Kamis, 19 September 2013

Kuis..Kuis..

Assalamu'alaikum wr wb.

Alhamdulillah menjelang siang, suasana cerah dan sepi nih kantor.. Semoga kawan-kawan semua diberikan kemudahan dan kelancaran rezeki, dan seluruh aktivitas.. :)

Waktu cepat banget berlalu, besok udah mau week end lagi. Minggu ketiga September terasa sepi kantor, ada beberapa satker yang datang. Belum ada permasalahan baru, masih spesies-spesies lama namun yang bertanya adalah wajah baru alias satker baru. Tantangan dua minggu ini berkutat pada sistem eror di salah satu aplikasi pendukung layanan kppn. Klo bahasanya SPV kami "menguji kesabaran deh".. 

Jadi ilmu barunya "SABAR" dan tetap tenang dalam menghadapi satker yang nunggu dihadapkan pada ketidakpastian sistem aplikasi (basis web). :) 

Nah kali ini bahas tentang kuis yuk. Lebih tepatnya kuisioner, karena intensitas pembagian ke satker meningkat ga cuma tiap triwulan namun ada tambahan di bulan ini. Bahasannya masih sama sih ya tentang kepuasan layanan. Baik internal/pegawai maupun eksternal/satker. Yup, tentunya diharapkan bisa jadi tolak ukur untuk menilai apakah layanan yang diberikan sudah memenuhi standar atau bahkan melampaui target. Hasilnya?? Masih direkap jadi belum ketahuan. Hemm satu point yang sya lihat, terkadang pengisian survey/kuisioner macam ini oleh responden belum tentu benar-benar mengisi sesuai realita yang mereka rasakan, jumlahnya lumayanlah. Masih ada yang namanya budaya "ewuh-pakewuh" he..he.. googling aja ya artinya. Hal ini bisa jadi karena kultur ke-pns an yang masih belum begitu terbuka dalam mengemukakan pendapatnya. Padahal ya itu, klo beneran diisi sesuai apa yang dirasakan dan dialami kan bisa jadi bahan perbaikan. Aisshh bisa panjang ya bahas ini. 

Back to kuis, kali ini ga murni dari kanpus aja tapi ada pihak ketiga yang terlibat dalam pelaksanaan se-Indonesia Raya. Dalam penyusunan bahan kuis dan analisa hasilnya mungkin. Ada poin yang berbeda, misalnya tentang keteladanan pimpinan, ini ditanyakan beberapa kali loh. Yup, keteladanan adalah poin penting dalam penegakan aturan. Klo keteladanan sudah minus ya siap-siap aja bagi organisasi untuk menuju kemundurannya. Belum sampe hancur sih tapi ya akan jalan mundur.. Hal yang sama akan berlaku bagi jalannya reformasi birokrasi. Jadi inget diskusi ma kk beberapa hari yang lalu, tentang kepeningan beliau saat mendapati semangat yang menurun dari teman selevel karena kurangnya keteladanan. Klo sudah begini yang terjadi ya bekerja hanya sebatas rutinitas. Asal jalan, asal ada, asal ga ada permasalahan besar dan lain-lain. Aah sayang sekali jika akhirnya terjebak pada kejumudan. Inovasi-inovasi yang bisa dikembangkan untuk mendukung kinerja ga jadi muncul.. Haiks jadi bahas ini ya. Tapi sungguh sya memimpikan bergulirnya reformasi ke tahap selanjutnya, memang pasti akan ada pengorbanan sebagai tuntutan perubahan. Perubahan ke arah yang lebih baik, perubahan mindset dan kinerja. 

Sya ingat percakapan beberapa tahun silam saat masih bener-bener buta dengan alur kerja kppn(masih di pulau sebrang), dengan salah seorang kasie. Saat itu demam kppn percontohan baru melalui tahap pertama dimana baru ada di provinsi, namun sebagai kppn daerah kk saat itu sudah berani untuk menegakkan sop baru di tempat kami. Wajar jika ada sedikit gesekan dari internal. Bahasan kami saat itu adalah tentang penerimaan internal dan satker saat masa transisi menuju pengelolaan yang transparan dan bertanggung jawab. Kami sepakat bahwa saat reformasi dipahami sebagai sebuah pemikiran yang pantas diperjuangkan dimana tentunya hal pertama yang musti dirubah adalah  mindset.. Karena dari pemikiran yang kita yakini lah akan berbuah tindakan kita. Saat kita yakin dan paham bahwa rezeki yang halal akan membawa kebarakahan dalam hidup kita maka tindakan kita adalah cerminan dari pemahaman tersebut.. Koq nyambung ke rezeki sih, iya karena reformasi jilid pertama adalah terkait keyakinan rezeki. Ini menurut pendapat sya ya.. 
 

Nulis ini sebagai bahan pengingat untuk diri sendiri, banyak hal yang musti diperbaiki selalulah mere-charge semangat dan membersihkan mindset dari hal-hal yang membelokkan.. :) 


Jumat, 13 September 2013

Akselerasi..

Assalamu'alaikum wr wb..

Satu minggu lebih baca tulisan om elbantani disini berusaha mencerna dan memahami apa yang sedang terjadi. Wlopun tidak menjadi korban dari kebijakan baru ini namun ada hal yang mengganjal untuk disuarakan. Terbitnya PMK 148/2012, memberi beberapa dampak signifikan pada para punggawa utamanya yang berstatus pelaksana dengan bermodal ijazah SMA, D1 ataupun D3. Yup, bagi punggawa yang berminat ataupun mau ga mau (karena belum dapat beasiswa atau bantuan lainnya) ingin meningkatkan kompetensi diri dengan biaya sendiri musti menunggu dengan jeda waktu cukup lama. Contoh nih, bagi pemegang ijazah D1 musti punya golongan ruang minimal IIb untuk melanjutkan ke DIII, atau minimal IIc untuk melanjutkan ke S1. Itu berarti ada jeda waktu 4 tahun bagi D1 yang mau lanjut DIII dan 8 tahun bagi yang mau melanjutkan ke S1. FYI kenaikan pangkat pns tiap 4 tahun sekali klo naik, klo ga ya lebih lama lagi. Kenaikan pangkat bukan keharusan, tapi penghargaan atas prestasi kinerja.

Sudah jadi rahasia umum jika kuliah jaman sekarang itu lumayaaaan banget merogoh kantong yang dalam. Apalagi jika kuliahnya kelas karyawan alias ekstensi maka lebih daleeeem lagi. Sebagai contoh klo mau ambil ekstensi fakultas ekonomi di salah satu  PTN di Bogor musti sedia 15 juta lebih untuk uang gedung plus biaya semester awal, belum termasuk ongkos, dan biaya buku-buku penunjang loh ya(info valid, dari mahasiswa ekstensi yang masuk tahun ajaran ini). Di tempat lain, atau di pulau lain dimana punggawa kppn itu ada di daerah-daerah yang cukup dan  terpencil (Putussibau, Tual, Wamena, dll) biaya yang dikeluarkan bisa lebih mahal. Beneran musti berjibaku ngatur keuangan plus ongkos mudik. Ini baru dari sisi biaya yang harus disiapkan(baca: dikorbankan), belum lagi pengorbanan dari sisi waktu dan tenaga. Kerja sampe jam 5 itu lumayan menyita energi sedangkan kuliah ga cuma setor muka aja kan??. Harus fokus biar bisa menyerap ilmu-ilmu baru padahal pake energi sisa :'(.. 

Punggawa kppn yang mau meningkatkan kompetensi dengan pengorbanan yang sya sebut tadi perlu mendapat apresiasi loh. Klo para punggawa bertambah cerdas, kompeten maka dampak signifikan bagi kemajuan dan percepatan kualitas kinerja pastilah dinikmati oleh kantor khususnya dan kementrian pada umumnya. KK sya udah membuktikan klo punggawa cerdas dengan kemauan belajar tinggi itu enak diajak kerjasama. He..he klo sya belum termasuk kayaknya. Maka sayang banget klo kemudian niat mulia para punggawa yang enerjik dan seringkali jadi tulang punggung kantor ini disumbat alias ditahan-tahan dengan jeda waktu yang lama.. Semakin bertambah usia daya konsentrasi semakin menurun, penyerapan terhadap ilmu pastinya berpengaruh. Hasil diskusi dengan KK dan teman sekantor beberapa hari yang lalu, terungkap keprihatinan yang sama akan kebijakan ini.

Masih ada lanjutannya nih unek-unek sya. Dampak dari kompetensi punggawa yang meningkat, harapannya ada kesempatan untuk meningkatkan kontribusi yaitu dengan penambahan tanggung jawab. Bahasa gamblangnya kesempatan untuk naik pangkat ya. Klo pangkat naik kan tanggung jawab bertambah, kontribusi ke kementrian pun bertambah. Tapiiii.. Sayangnya nih, para punggawa enerjik dengan ijazah S1 ditangan ga bisa mengikuti akselerasi naik pangkat ini terhitung 19 September 2012. Yup, karena PMK diatas tadi meniadakan KMK tentang akselerasi atau bahasa kerennya UPKP V dulu mah dikenal dengan PI alias Penyesuaian Ijazah. 

Pak/Bu/Saudara/i, para punggawa kppn yang  punya kemauan meningkatkan kompetensi diri itu banyak. Sudah teruji pengabdiannya untuk ditugaskan di daerah cukup dan/atau  terpencil dalam tempo 4-6 tahun, resiko jauh dari keluarga, tak jarang dobel bahkan tripel job.. Harapannya fasilitas akselerasi bisa dikaji ulang agar tetap ada.. 

Tetap semangat kawan-kawan!! Semoga ada perubahan kebijakan, win-win solution menuju reformasi birokrasi tahap selanjutnya. 

Sumbang suara dari punggawa yang terinspirasi kawan-kawan para pencari nafkah yang tulus bekerja dan memberikan prestasi yang terbaik. 

NB : mudah-mudahan ada yang melanjutkan perjuangan disahkannya cuti hamil dan menyusui 6 bulan plus perbedaan jam kerja untuk wanita tentu dengan kompensasi pendapatan yang berbeda  dengan yang jam kerja full, BAGI YANG MAU.. Sya daftar :)..










 

Kamis, 12 September 2013

100 hari kurang

Assalamu'alaikum wr wb..

Pa kabar kawan? Semoga kesehatan, kebahagiaan dan rasa syukur senantiasa menjadi bagian dari hidup kita :). Minggu kedua September hujan belum sering berkunjung di sukabumi. Cuaca kadang berubah secara ekstrim, musti ekstra jaga kondisi ya kawan. Virus dan bakteri mudah menyerang saat kondisi tubuh lemah, ga cuma di laptop atau kompie tempat qt sehari-hari mengolah data. Mencegah lebih baik daripada mengobati, jaga diri dengan pola makan yang teratur dan istirahat cukup. Paling penting sih jaga pola pikir jangan sampe stress berlebihan ya.. Ok, back to tema kepanjangan ini prolognya.. :)

Hari-hari disini belum terlalu ramai, masih agak sepi setelah diserbu satker untuk rekon dan mengajukan gaji. Tapi sudah mulai ada perbedaan untuk penerimaan SPM LS kontrak mulai bertambah jumlah utamanya spm jaminan uang muka. Lupa-lupa ingat udah pernah nulis atau belum. Yang jelas dasar hukum nya PER-19/pb/2013 ya.. Donlot dari sini ya. Perhatikan benar ya, jaminan uang muka jangan sampe lebih kecil dibandingkan nominal yang akan diminta di SPM okeh. Lebih baik cek, cek dan cek lagi dibandingkan harus bolak balik karena salah hitung kan ya. 

Kejadian retur masih cukup lumayan hilir mudik, terutama untuk LS ke pihak ketiga. Akan lebih baik jika pengelola keuangan dan lebih utamanya PPK plus PPSPM untuk mencocokkan nama dan nomor rekening pihak ketiga dengan rekening koran CV/PT yang bersangkutan. Rugi energi kan ya klo sampe retur, mending disave untuk mengelola anggaran dengan lebih bijak.

Beberapa hari yang lalu ada perombakan pejabat daerah alias mutasi. Beberapa satker kena dampak pergantian KPA juga. Butuh waktu untuk adaptasi lagi ya dalam mensolidkan tim keuangan. Plus pr untuk merevisi DIPA, terkait pergantian pejabat perbendaharaan. mungkin kedepannya perlu dipertimbangkan pergantian/mutasi pejabat dengan target satker yang ingin dicapai. Bulan lalu mulai terasa penambahan volume revisi DIPA baik yang pengesahannya dari Kanwil maupun DJA. Ada beberapa satker yang baru mendapatkan penambahan anggaran secara signifikan, akibatnya satker sedikit kelimpungan untuk membelanjakannya dengan berbagai kendala internal.

Berita lain, bulan ini layanan KPPN Mobile ditiadakan 2x, karena lokasinya digunakan untuk pemberangkatan para calhaj. Pokoknya campur-campur nih.. Oh ya di kantor sedang ada pembagian kuisioner ke satker, harapannya bisa menjadi tolak ukur menilai kepuasan para pemangku kepentingan alias stakeholder yang kami layani. Beberapa poin sarana prasarana jelas belum tersedia, musti segera berbenah nih kantor. Doakan ya kami bisa lebih baik :). 

Minggu depan akan ada sosialisasi terutama untuk satker dengan penyerapan masih di bawah 25%. Serius nih, udah pertengahan bulan ke-9 masih belum tercapai.. Beberapa sih sudah terdeteksi, kendalanya di proses lelang yang cukup berlarut-larut, ada yang sampe dua kali lelang belum dapat pemenang loh saking standar kualifikasi  produk yang tidak terpenuhi. Ada juga yang memang tujuan penyaluran dana untuk bansos memang baru turun di akhir bulan agustus. Klo diteliti kendalanya memang di luar kewenangan kami ya, jadi ya satker musti lebih aktif untuk menyelesaikan problemnya. Ups, jadi semakin jelas juga klo kebutuhan terkait proses pengadaan barang dan jasa perlu ditambah agar terjalin koordinasi yang baik antara pihak perencanaan dan pengadaan. 

Sekian gado-gado di malam hari, draft ditulis siang menjelang sore dirampungkan sekarang.. 
 







 


Minggu, 21 Juli 2013

Profesi mulia..

Assalamu'alaikum wr wb..

Semoga semakin bertambah khusyuk dan semangat  ramadhannya!.. :)

Alhamdulillah week end kali ini dapat pengalaman berharga.. Bertemu dengan sosok inspiratif dalam dunia pendidikan. Beliau yang mengajar karena cinta dan persembahan terbaik untuk 'investasi akhirat'.. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw, ilmu yang bermanfaat adalah salah satu dari 3 amalan yang tidak akan terputus pahalanya hingga qt meninggal.. Semoga beliau senantiasa diberikan kemudahan, kesehatan, kelapangan rezeki dan juga keistiqomahan dalam menjaga prinsip. Amiin. Guru adalah profesi mulia namun sangat disayangkan karena lemahnya iman dan kilau materi banyak yang terbuai dan kurang bertanggung jawab terselenggaranya proses belajar-mengajar yang berkualitas..

Setiap pekerjaan menuntut tanggung jawab. Namun menjadi lebih bernilai tuntutan saat menjadi seorang guru. Guru berkualitas, tulus dan mendidik dengan hati dan fikiran yang jernih akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas pula.. Guru 'digugu lan ditiru', dihormati dan diikuti.. Sayangnya keberadaan guru selayaknya Omar bakri semakin langka.. Generasi penerus saat ini dikepung dengan berbagai pengaruh negatif pornografi-pornoaksi, ancaman broken home, pergaulan bebas,dll.. Maka peran guru disini amat berpengaruh, bahu membahu dengan orang tua dan pemerintah untuk membentengi dan mendidik generasi ini menjadi kuat dan visioner..

Terima kasih ku pada sosok guru2 sederhana penuh kasih Bu Nihayah, Bu Eko/guru SD, Bu Setiani/guru sejarah smp, Alm. Pak Ali, dll. . Didikan mereka sungguh membekas, terima kasih ibu-bapak.. Dibalik keberhasilan yang qt capai ada peran para guru mulia yang memberikan inspirasi dalam hidup qt, energi untuk membesar dan bermanfaat bagi sesama..

Terima kasih bapak-ibu semoga Allah memberikan balasan yang lebih baik dan memberikan tempat istimewa.. :)


Sabtu, 20 Juli 2013

Regenerasi..

Assalamu'alaikum wr wb..

Semoga temans diberikan kemudahan, kesehatan n kelapangan dlm aktivitasnya.. Ramadhan mubarok semoga semakin bersemangat qt.. :)

Happy week end alhamdulillah.. Mencermati minggu ini, sungguh penting sekali adanya proses regenerasi untuk pengelola keuangan. Perlunya kaderisasi, transfer ilmu dalam mengelola dipa. Pengelola keuangan yang handal, jujur n bersih dilahirkan bukan bakat ya.. Perlu proses loh..  Tidak selamanya pegawai yang bertugas sebagai pengelola keuangan berada di satu satker, mutasi adalah hal yang wajar atau bahkan adanya promosi. So, menjadi PR bagi para pengampu wewenang/pejabat untuk membentuk kader2 baru pengelola keuangan yang handal di satkernya masing2..


Salah satu tugas leader adalah memunculkan dan membina pegawai2 bawahannya menjadi pegawai berkualitas. Bukan hanya sekedar memerintah dan menyuruh. Keberadaan pmk-190/2012 menjadikan kewenangan satker untuk mengelola DIPA menjadi sangat besar. Pastinya tim yang solid dibutuhkan disini, jika karena faktor salah satu pejabat perbendaharaannya mutasi, satker limbung maka ini adalah alarm tanda bahaya. Pemahaman tentang pengelolaan dipa dan apbn saat ini menjadi begitu mudah dengan kemudahan mendapatkan informasi. Aturan2 yang dibutuhkan dapat dengan mudah didownload di internet. Mau belajar langsung dengan petugas CS KPPN pun tinggal datang. Grup2 chat di media sosial pun marak. So, tinggal political will dari pejabat di satker tersebut untuk membentuk kader2 pengelola keuangan yang baik, handal, jujur dan bersih.. So, tinggal political will nya pejabat aja ya untuk membentuk SDM berkualitas. 

Senin, 15 Juli 2013

Obrolan tentang honor..

Assalamu'alaikum wr wb..

Alhamdulillah dapet charge lebih ya, setelah week end.. :)

Yuk mari ngobrolin tentang pejabat perbendaharaan dan pengelola keuangan.. Satu tim lengkap yang ada di tiap satker sederhana. Pejabat Perbendaharaan klo dari PMK-190/pmk.05/2012 itu terdiri dari KPA, PPK, PPSPM dan BP. Klo untuk pengelola keuangan terdiri dari staf pengelola keuangan bisa sebagai staf PPK dan atau PPSPM plus operator aplikasi SPM, SAKPA dan SIMAK. Oh ya tertinggal petugas pengelola barang.

Nah khususon PPK, dalam Perpres 70 tahun 2012, maka disana ada syarat harus memiliki sertifikat pengadaan barang dan jasa.. Ada pengecualian memang yaitu apabila PPK dirangkap oleh KPA dan satu lagi saya lupa.. He..he.. Pertanyaannya nih klo di satker tersebut punya 4 DIPA yang berbeda dengan 4 kode satker yang berbeda pula misal kemenag tapi PPK adalah satu orang pegawai yang sama karena Cuma ybs yang memiliki sertifikat pengadaan barang jasa, honornya dapat 1 atau 4?? Eng ing eng.. Ini pertanyaan muncul pas sosialisasi PMK-190 bulan Januari lalu..  Menurut temenz apa hayooo??

Hasil diskusi dengan kk  dan petugas CS saat itu maka jawabnya PPK tersebut berhak atas 4 honor PPK dengan nilai sesuai dengan pagu  POK masing2 DIPA (kan ada batasannya yak, jika pagu sekian M maka onor sekian).. Why? Karena 1 DIPA merupakan 1 entitas keuangan yang mempunyai sasaran output tertentu, tentunya saat beda DIPA berarti beda output yang akan dicapai. Beda DIPA beda kerjaan, beda tanggung jawab, inget loh PPK ini tanggung jawabnya gedhe. Sebagai petugas yang menerima pendelegasian tugas oleh KPA untuk berhubungan dengan pihak ke-3 aka rekanan dan membuat komitmen/kontrak.. Inga-inga kasus2 besar yang menjadi sorotan publik diawali dengan ketidak beresan di level hubungan PPK dan pihak ketiga..

Lah terus klo KPA merangkap PPK dapet honor dobel kah??? Ya gak lah, alias hanya satu aja honornya. Karena tugasnya kan masih dalam 1 DIPA yang sama pun tugas PPK pada dasarnya tugas KPA yang didelegasikan, berhubung tak ditunjuk PPK alias dirangkap ya honor pun hanya dibayar salah satu aja dengan besaran yang paling menguntungkan pegawai ybs..

Trus-trus klo staf PPK dan atau PPSPM nih merangkap jadi operator SAKPA pegimane tuh honornya?? ...
....
....
....
Hemm bersambung yak untuk besok.. :D..


Semoga bermanfaat.. 

Sabtu, 13 Juli 2013

Suasana..

Assalamu'alaikum wr. Wb..

Alhamdulillah hari ke-4 ramadhan, libur dan hujan.. Subhanallah nikmat manakah yang akan engkau dustakan..  Semoga qt istiqomah berlomba dalam kebaikan :).

Ramadhan bulan penuh berkah, ramadhan bulan penuh ampunan. Ramadhan suasana di kantor pun terasa lebih sejuk, kondusif  dan menentramkan.. Tilawah al-quran tak hanya berasal dari mp3 yang diputar di kompie2 kantor, namun dilantunkan oleh pegawai2 kantor. Pagi hari saat jam layanan belum dimulai, satker belum mengantri, lantunan ayat2 quran terdengar agak sayup-sayup.. Di depan maupun di mushala kantor..

Emosi yang terlanjur naik, atau sedikit bentakan atau kemarahan yang muncul tak begitu saja hilang dalam lingkungan kantor.. Namapun manusia, hanya saja lebih bisa memberikan reaksi/tanggapan yang sabar.. Bahkan, seperti halnya salah satu teman mengungkapkan "istighfar" dengan body languange yang bikin qt tersenyum karena diucapkan lambat2 dan begitu menghayati.. :)

Kerumunan orang dengan obrolan ngalur ngidul tak jelas pun berkurang. Entah karena lemas, energi berkurang atau memang niatan tulus menjaga diri dari ber-ghibah.. Khusnudzon saja memang menjaga diri dari ghibah dan kesia-siaan.. Namun jelas terasa suasana yang lebih kondusif utuk bekerja. 

Komunikasi menjadi lebih mudah untuk saling memahami, karena stok sabar lebih banyak. Hemm persediaannya yang tiba2 bertambah di bulan istimewa ini. So, pekerjaan menjadi lebih mudah untuk diselesaikan apalagi jika didorong niatan bekerja dengan baik sesuai aturan plus niat yang lurus bisa bernilai ibadah. 

Prasangka buruk/su'udzon lebih mudah ditepis dengan mengalihkan fikiran ke hal baik setelah sebelumnya berucap istighfar dan 'lagi puasa loh'.. Begitu tentram kan.. Ketaatan pada aturan kesadarannya agak naik karena takut berdosa jika berlaku tak jujur, ga disiplin..

Aaah seandainya suasana ini tetap terjaga setelah ramadhan alangkah indah dan bahagianya.. Semoga keshalehan secara individu dan jamaah bisa terus terjaga di luar bulan Ramadhan.. Amin.. 

Selamat week end..
Bagaimana kantormu??




Kamis, 11 Juli 2013

Dilema revisi..

Assalamu'alaikum wr wb.. 

Alhamdulillah Ramadhan memasuki hari ke-3, tarawihnya masih semangat kan teman :).. Bulan Ramadhan bulan penuh berkah, kesempatan istimewa yang kita tak ketahui di tahun mendatang akan bersua kembali.. Sungguh sayang jika tersia-sia jika tak diisi dengan amal terbaik.. Fastabiqul khairat yuuk teman..

Hari ini dapat beberapa pertanyaan yang berbeda-beda, baik dari satker baru maupun yang lama. Nah, salah satunya tentang revisi. Sesuai judul dilema eung.. Why? karena ini domainnya kanwil sebagai pihak yang berwenang. Tapi gak mungkin kan main lempar gitu aja, ya sebisa mungkin yang bisa dijawab ya kasih infonya jika masih perkara teknis aplikasi or aturan umumnya. Jika sudah menyangkut kebijakan dan kewenangan lebih baik dianjurkan beronsultasi pada pihak yang berkompeten. 

Ada dua pertanyaan yang berbeda terkait revisi, yang pengen dishare yang ringan aja. Masih terkait dengan surat an. Bpk Menkeu S-2056/mk.5/2013 tentang revisi perjadin dalam kota. Surat yang bertanda tangan 18 Maret itu, merespon permintaan pihak terkait (baca DPR) agar terjadi transparansi belanja perjalanan dinas di K/L. Hem alasan dibalik itu dibahas lain kali saja.. Lanjut yak ke pertanyaan satker, jadi satker minta penjelasan bagaimana cara melakukan revisi perjadin, haruskan dalam waktu dekat dan syarat2nya apa aja.. Maksud dari S-2056/mk.5/2013 agar akun perjalanan dinas dalam kota yang selama ini tersamar di akun 521119 dan 521219 dialihkan ke akun baru 524113 dan 524114 dan muncul di halaman 4 DIPA.. Akibatnya, kagak bisa sembarang utak-atik, tambah2 dengan alasan yang kurang penting. 

Hal penting yang terlupa, kejadian nih di beberapa satker wilayah KPPN kami ya. Klo se-Indonesia mah buanyak. Pesan dari S-2056 itu minta agar yang direvisi hanya "sisa anggaran saja".. Namun rupanya beberapa luput dengan berbagai alasan tentunya. Alhasil terjadilah revisi yang menyebabkan pagu minus.. Peninglah beberapa satker ini, harus bolak balik ke bandung tentunya untuk revisi sampai tidak ada minus di DIPA.. Karena hanya solusi ini yang absah sesuai petunjuk pak Dirjen di s-4218/pb/2013... So, kehati-hatian dan ketelitian dalam menyusun revisi menjadi hal mutlak bagi pengeloa keuangan. Jangan sampai tuh ada miscom antar pengelola, biasanya antara bagian perencana dan pelaksana teknis pencairan dana. 

Bagi yang sempat menikmati revisi pagu minus, lumayan terbantu karena sudah ada update Apl. SPM 13.05. ADK revisi pagu minus sudah bisa ditampung, caranya dengan memasukkan ADK revisi yang terakhir(benar dan ga minus) nah, nanti dari aplikasi akan  minta pagu yang minus dulu.. Tuntas deh.. He..he.. gini aja ya.. Persyaratan revisi udah jelas di PMK-32/2013 plus Per-12/2013.. 

Semoga bermanfaat.. 

NB : Untuk revisi POK/kewenangan KPA adk dari RKAKL-DIPA (dari menu kirim -kirim ke DJA), direname aja sesuai dengan revisi terakhir nah baru deh bisa dimasukin ke Apl. SPM,. 





Jumat, 15 Februari 2013

Masa Adaptasi

Assalamu'alaikum wr wb..

Alhamdulillah pa kabar semua? Semoga rahmat Allah tercurah untuk kita semua.. Cukup lama rumah ini vakum.. Begitu banyak hal yang terlewat tanpa tercatat..

Akhir tahun lalu (2012) kali pertama untuk mengalami sendiri kondisi ruwet bin ajib 'Penumpukan SPM'. Kejadian berulang yang sepertinya belum mampu terselesaikan dan tak cukup hanya niat baik dari kantor pusat kami yang memberi banyak kelonggaran secara aturan. 

Hemm.. Dan di akhir tahun itu pula, saat lagi penuh-penuhnya antrian, muncullah aturan yang punya filosofi agar kejadian yang berulang bak lingkaran setan itu bisa dituntaskan, yup itulah PMK-190/PMK.05/2012. Kewenang satker diperbesar, prosedur lebih diperingkas. Semua itu akan lebih bertaji tentunya jika didukung dengan perubahan mindset untuk mengemban amanah dengan kesadaran mempertanggungjawabkan di dunia dan akhirat. Berat kan!. Semoga perubahan mindset itu segera terjadi di setiap lini. 

Januari - Februari masa adaptasi buat satker untuk memahami pertambahan tupoksinya. Masih ada beberapa kendala yang ditemui di awal tahun ini terutama terkait dengan aplikasi pendukung.. Alhamdulillahnya untuk penerapan aturan ini di kantor mah lebih mudah.

Ups.. ini salah satu hal yang berubah secara signifikan : 
  1. KPA bersifat ex-officio alias melekat pada jabatan. Pejabat Perbendaharaan itu penunjukannya tidak terikat periode satu tahun anggaran. 
  2. Pagu untuk permintaan UP, sekarang udah ga pake persentase ya kakak. Trus juga nilai nominal untuk pembayaran UP untuk satu rekanan di perbesar yang mana sejalan dengan Peraturan Presiden no. 70/2012.. 
  3. Kewenangan pengujian di satker ditambah terutama yang menjadi tugas PPSPM (pengujian sampe dengan 6 digit diserahkan ke satker). Kantor kami mah cukup uji 2 digit aja. Tentunya berimbas pada sangat berkurangnya kelengkapan dokumen yang musti dibawa.. :).. 
  4. Yang lain bisa dibaca kelanjutannya di aturannya ya.. ^__^

Masih menunggu SOP baru nih untuk seksi baru..

Kamis, 28 Juni 2012

Bahagia dalam bekerja..

Assalamu'alaikum wr. wb..
Semangat pagi kawan..
Hup yah.. Pagi ini begitu cerah dan segar udaranya.. ;)
Hayooo siapa kah yang merasakan judul diatas??? tunjuk tangan sendiri^^..
Buat sya ada beberapa hal yang membuat sya bahagia dengan pekerjaan sekarang :

1. Ada sebagian kecil dari tugas sya yang sesuai dengan passion, berinteraksi dengan banyak orang dan juga belajar melalui sharing season bersama mereka saat ada permasalahan. Saat apa yang kita kerjakan sesuai dengan passion maka kita punya bahan bakar yang unlimited deh.

2. Kesempatan untuk melakukan hal diluar rutinitas, maka kehidupan kantor akan terasa lebih segar. Rutinitas terkadang mengkungkung kita dan menumpulkan keceriaan akan kedinamisan hidup.. Dalam posisi sya sekarang ada hari-hari tertentu yang kesibukannya agak longgar, so let's play the game.. ;D

pic diambil dari sini
3. Membiasakan positif thingking akan membantu dalam mensyukuri apa yg telah didapat.. Melihat satker-satker yang datang penuh dengan beban, seringkali menyentak kesadaran sya, alhamdulillah beban sya tak seberat itu.. 

Enjoy your life.. Bahagia itu tergantung pilihan kita loh;)..


Rabu, 27 Juni 2012

Selamat datang Pin PPSPM

Alhamdulillah akhirnya aplikasi pendukung untuk penerapan Perdirjen nomor 19/pb/2012 resmi dilaunching di website perbendaharaan.. Dalam waktu dekat, bocorannya tanggal 3 Juli KPPN 132 akan mengadakan sosialisasi tentang PIN PPSPm dan juga aplikasi pendukungnya. Siapa yang diundang ?? So pasti Pejabat Penandatangan SPM lah ya, boleh beserta operator.. 

Pemaparan tentang Pin PPSPM  ada disini ya, bisa juga langsung mengunduh aturan terkait di website resmi perbendaharaan. Mohon maaf sampai sekarang sya belum bisa berbagi file melalui blog ini, klo datang langsung ke KPPN BISA;D..

Dari sisi kami sebagai punggawa KPPN, keberadaan PIN PPSPM adalah sebagai salah satu jaminan keamanan dalam bekerja. Tentunya memacu kami pula untuk lebih teliti dalam pelaksanaan tugas. Sedangkan bagi satker maka ini adalah penegasan dari fungsi ordonatur dalam mengelola keuangan. Bagi para Bendahara maupun operator keberadaan Pin PPSPM adalah pembatas bagi tanggung jawab yang sebenarnya. Tugas masing-masing cukup digoogling saja ya, atau dibaca ulang deh aturan perbendaharaan terkait:D. 

pic diambil dari sini

Selamat malam.. 

Senin, 25 Juni 2012

Mengenal kembali KPPN

Sebuah catatan ..

Sungguh beruntung saat mulai bekerja disini sebuah kulture baru sedang dibangun.. SDM muda dan bersemangat diberikan "new values".. Hal yang mungkin masih asing ditemui di institusi pemerintahan di tahun 2005.. Sebuah reformasi birokrasi sedang gencar-gencarnya digulirkan... Kembali ke bahasa asal ya.. ini sebagai sebuah renungan saja karena tidak kuasa untuk menahan ide yang berkembang di kepala saat membaca bukunya Pak Hermawan Kartajaya yang "Marketing Service"..

Melayani?? sebuah kata yang dalam maknanya.. Institusi pemerintah melayani tidak dengan tujuan profit namun dengan tujuan mengemban dan mengatur permasalah masyarakat.. Beehh.. berat banget ya.. emang!
Nah, tugas berat kan klo memang sadar jadi civil servant.. Maka bekerja pun diakui sebagai sebuah pengabdian pada tanah air, bukan pada pejabat..

Salahkah jika kemudian  perubahan yang baik ini tak diketahui oleh masyarakat?? Yup perlu informasi yang berimbang ya!.. Selama ini Departemen Keuangan identik dengan Ditjen Pajak dan Bea Cukai, mungkin karena merekalah yang berhubungan dengan penerimaan negara.. KPPN yaitu Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, dengan tugas utama adalah menyalurkan dana APBN. 

Kami masih harus terus belajar memberikan yang terbaik demi kemajuan bersama sebuah negeri.. Hemm.. Salah satu apresiasi satker "Saya salut dengan para pegawai KPPN, usia tidak menjadi hambatan untuk mengikuti arus perubahan. Kemajuan tekhnologi informasi pun menyentuh mereka". Satker ini pun membandingkan dengan kinerja pegawai di institusi tempatnya bekerja, dimana tak semua pegawai bisa menggunakan komputer dan mau memahami perubahan aturan dan juga sistem. Sungguh sya pun bangga loh dengan kemauan Bapak dan Ibu rekan kerja sya, yang tentunya usianya sepantaran bahkan lebih tua dibandingkan orang tua kandung sya..;)

Semangat Pagi... 


 


Jumat, 15 Juni 2012

SPAN..oh SPAN..

Sya pernah janji kan untuk cerita kunjungan "pejabat" kanpus.. Ada beberapa berita baru yang perlu saya share juga deh..

1. Perkembangan SPAN..

Udah pada tahu kan apa itu SPAN? Klo belum tolong di-googling aja ya.. Yang jelas keberadaan SPAN lahir berdasarkan filosofi untuk lebih mempermudah pengelolaan keuangan negara, memangkas pengulangan-pengulangan proses kerja yang menghabiskan energi dan waktu dan tentunya meningkatkan kinerja pemerintah dalam melayani publik.. Sampai dengan tulisan ini ditulis, sedang diadakan tahap pengujian terhadap aplikasi pendukung sistem kerja SPAN, baik yang nantinya dipergunakan oleh KPPN maupun satker..

Gambaran yang diberikan, nantinya proses kerja di satker lebih sederhana dengan bantuan satu aplikasi untuk semua.. "One for All" gitu kali ya bahasa kerennya.. Jadi mungkin nanti, ga ribet dengan aplikasi yang bejibun ituhhh.. Say goodbye ma aplikasi RKAKL-DIPA(termasuk AFS), SPM, SIMAK-BMN, Persediaan, SAKPA plus pembukuan bendahara via excel.. Nah dengan SPAN didukung dengan tekhnologi informasi yang kuat, so harus mulai bersahabat baik ya dengan internet;)..


Sekilas info SPAN.. in my opinion..


2. Masa Depan KPPN


Dalam beberapa bulan ke depan, klo tidak salah September, akan dilaunching KPPN Percontohan.. Sebagai konsekuensi tentunya para punggawa KPPN 132 dituntut komitmen yang lebih tinggi dari sisi kualitas kinerja dan layanan.. Mohon doa dan dukungannya ya para stakeholder.. Nah, hal ini juga loh yang menyebabkan kondisi KPPN 132 nantinya berubah wajah alias lay out kantornya.. Beberapa satker pernah bertanya ke sya, "Wah, kantornya dirombak lagi ya??".. Jangan heran klo wajah KPPN ga kalah cakep ma lay outnya bank^__^.


Lay out baru KPPN ini akan menyediakan ruang mini TLC (Treasury Leaning Center) yang berfungsi sebagi ruang pintar untuk berbagi pemahaman terkait perbendaharaan baik aturan maupun aplikasi.. So, nantinya ga akan sungkan untuk banyak berdiskusi dalam rangka menyamakan persepsi.. Karena tentunya akan ada petugas yang stand by disana layaknya konsultan ya.. 




3. Service Excellent never ending learning;)..


Yup.. menjadi civil servants itu bagian dari pengabdian.. Tentunya diharapkan oleh masyarakat pada umumnya, dan para stakeholder pada khususnya.. tsaaahh bahasanya berat amat.. Perlu pembelajaran terus-menerus demi mewujudkan pelayanan yang cepat, tepat, transparan dan akuntabel.. 


Dukung kami ya agar bertambah baik dan berkualitas.. ^__^


ga ada sya disini.. ;)



Selasa, 12 Juni 2012

Random Activity..

Sekian lama tak update blog ini.. Ada beberapa perkembangan terbaru dan sudah jadi pembicaraan dimana-mana, diulas lagi ya :

1. Gaji ke-tiga belas tahun 2012. 

Satu minggu ini hampir tiap satker yang mengajukan spm ke KPPN selalu bertanya tentang hal ini, baik yang bertanya tentang aturan, kapan waktu pengajuan spmnya maupun update aplikasi pendukung GPP nya. 

Sejak diterbitkannya PP No. 57 tahun 2012  yang diblow-up media massa, tema gaji ke-tiga belas menjadi trending topic di KPPN. Sabar ya para stakeholder, kami masih menunggu juknis dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sampai dengan Peraturan/Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaannya.


2. Tingkat akurasi Perencanaan Kas(Renkas) via aplikasi RKAKL-DIPA.

Masih ingat kan, hampir 3 minggu yang lalu kami menyelenggarakan Bimtek Aplikasi AFS integrated RKAKL-DIPA 2012, saat ini lah kami ingin melihat dampak pelaksanaannya. Jika dilihat dari kedisiplinan mengirim data awal baik itu harian, mingguan dan bulanan sudah ada peningkatan yang cukup signifikan. Namun, ternyata jika dilihat dari tingkat akurasinya masih banyak kendala yang kami hadapi salah satunya perencanaan yang sering meleset dan nilainya melebihi 5% baik di renkas harian, mingguan maupun bulanan. 

PR besar bagi kami untuk membantu para satker untuk meningkatkan kualitas akurasi perencanaan kas ini sebagai amanah dari PMK 192 tahun 2009.  Kendala prioritas yang harus diselesaikan adalah kesamaan persepsi untuk tim pengelola keuangan di tingkat satker. Tanpa adanya kesamaan persepsi maka akurasi yang baik dan tinggi dalam perencanaan kas mustahil terwujud.

Tim pengelola keuangan terdiri dari KPA, PPK, PP SPM, Bendahara, Staf keuangan dan Operator. Seringkali kali dapati hanya sebagian kecil dari tim pengelola keuangan di tingkat satker yang mempunyai kesamaan persepsi terutama di bidang perencanaan kas.. 

kunjungan pejabat kanpus.. ceritanya postingan di postingan selanjutnya ya...;)


Rabu, 30 Mei 2012

Saat ditanya Saat belajar..

Mohon maaf jika banyak postingan berupa re-blog, hal ini sya lakukan karena pentingnya informasi sehingga ingin membantu menyebarkan.. Nah kali ini sesuai judul sya ingin bercerita gimana serunya berburu aturan demi aturan demi menjawab pertanyaan satker.. tsaaah... *lebay.mode.on*

Saat berhadapan dengan satker, beneran ga nyangka pertanyaan apa yang akan keluar. Tapi dalam beberapa hari terakhir yang menjadi thema adalah  revisi baik tatacara maupun batasan tiap revisi. Itu baru thema besarnya anak thema nya bisa mengalir kemana-mana tuh. Alhamdulillah udah ada mbah google, ini salah satu sahabat terbaik untuk memecahkan problem dari satker. Seperti hari ini, ada pertanyaan "Penambahan daya listrik masuk belanja barang atau belanja modal?" .. Minta waktu lah ya untuk menjawab dan bertanya ke temen2 senior. Setelah nanya dapat jawaban yang menguatkan "termasuk belanja modal", namun masih penasaran banget aturannya apa.

Setelah bergooling selama hampir 1 jam-an, alhamdulillah ketemu. Ternyata saudara-saudara aturannya adalah Perdirjen Perbendaharaan No. Per-33/Pb/2008. Aturannya dah lama yak. Perdirjen ini mengatur tentang penggunaan akun pendapatan, belanja barang, belanja modal sesuai dengan PMK No. 91/Pmk. 05/2007 tentang Bagan Akun Standar. Tumben banget baca Perdirjen ga susah karena bahasanya tegas dan tidak menggunakan bahasa bersayap(bermakna ganda) sehingga mudah dipahami.

Sekian cerita hari ini..
See u next time.. ;)
 

Minggu, 06 Mei 2012

Mampukah Dunia Pendidikan menjadi lebih baik??

Jawabannya sangat mampu jika hanya melihat dana yang tertera di APBN. Namun sayang seribu sayang banyak faktor lain yang dominan dan perlu dirubah. Salah satunya adalah mindset tentang pendidikan, perlu pelurusan bahwa pendidikan adalah upaya membentuk generasi terbaik dengan kepribadian baik. 

Ingatan sya melayang pada lagu Oemar Bakri yang dilantunkan Iwan Fals, ketika pendidik memberikan pengabdian terbaiknya untuk negeri.. Bukan materi sebagai penghargaan terbaik, namun prestasi anak didiklah yang menjadi kebanggan untuk konsisten dalam mengabdi. 

Merubah mindset bukan perkara mudah jika sudah terbentur pada sistem yang keropos dan kecacatan yang membudaya. Perubahan nyata perlu dukungan semua pihak. Perbaikan yang mendasar melibatkan aspek lain mulai dari perpolitikan, ekonomi, sosial masyarakat, hankam baru akan berbuah perubahan yang signifikan. Karena pendidikan yang baik memerlukan sinergi dengan seluruh aspek tadi dalam pengaturannya di kehidupan. 

Perubahan itu mampu dilakukan, langkah nyata menggunakan APBN dengan benar untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan sebagai salah satu upaya kecil!. 

Wahai para pendidik berikanlah yang terbaik dari potensi yang anda miliki untuk membentuk generasi terbaik!. 

Catatan yang muncul dari hasil diskusi dengan salah satu pendidik.